INFORMASI DENDA TILANG AKUNTABEL, TRANSPARAN. BAYAR DENDA TILANG ANDA DI REKENING RESMI PENGUMPUL DENDA
 
 
BERANDA JADWAL SIDANG TILANG INFOGRAPHIC JADWAL BAYAR DENDA TILANG HARI LIBUR
 
SEKARANG DENGAN DIBERLAKUKAN PENETAPAN SIDANG TILANG. PEMBAYARAN DENDA TILANG DILAKUKAN LANGSUNG DI KANTOR KEJAKSAAN. PADA SETIAP HARI KERJA LOKET SENIN sd JUMAT JAM 08.00 sd 15.00 WIB.
 
PERTANYAAN YANG SERING DITANYAKAN
1 Apakah pembayaran harus di hari jumat saat ditetapkan sidang Tilang?
  Jawab : Tidak. Jadwal sidang tilang setiap Jumat akan menghasilkan besaran denda yang anda harus bayar.pembayaran tidak harus dilakukan di hari itu juga. Dapat dibayar di hari senin nya. sehingga anda tidak perlu antri panjang.
   
2. Apakah membayar selain hari jadwal sidang akan mendapatkan denda tambahan?
  Jawab : Tidak. Besaran denda tilang yang anda harus bayar tetap sesuai dengan besaran penetapan denda tilang yang telah di Putus oleh Pengadilan
   
3. Bagaimana cara bayar?
  Jawab : Anda harus datang di kantor Kejaksaan, membawa kartu ATM untuk pembayaran non Tunai.
   
4. Dapatkah sisa selisih denda tilang yang telah dititip dengan yang telah ditetapkan diminta?
  Jawab: Dapat. mekanisme lebih lanjut hubungi petugas
   
   
 

Di persimpangan jalan dengan APILL* (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas), sering dijumpai rambu tambahan bertuliskan ‘Ke Kiri Jalan Terus' atau ‘Ke Kiri Ikuti Lampu'. Sebenarnya telah terjadi perbedaan pengertian dalam UU LLAJ 14 Tahun 1992 yang telah dirubah dengan UU LLAJ 22 Tahun 2009. Hal ini mungkin menyebabkan kebingungan bagi sebagian pengguna jalan.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 pasal 59 ayat (3) dinyatakan bahwa pengemudi dapat langsung belok ke kiri pada setiap persimpangan jalan, kecuali ditentukan lain oleh rambu-rambu atau alat pemberi isyarat lalu lintas pengatur belok kiri'. Artinya, pada semua persimpangan yang dilengkapi lampu APILL, pengemudi secara otomatis boleh belok kiri walau lampu APILL warna merah menyala.

Namun aturan belok kiri langsung diubah dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009 pasal 112 ayat (3). Ayat tersebut menyatakan bahwa pada persimpangan jalan yang dilengkapi alat pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh rambu lalu lintas atau alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL).

Jadi aturan yang berlaku saat ini:

- Jika tidak ada rambu tambahan, maka pengemudi wajib hukumnya berhenti jika lampu APILL menyala merah.

- Pengemudi boleh berbelok kiri langsung jika ada rambu tambahan berbunyi: ‘Ke Kiri Jalan Terus'

Dengan demikian rambu yang menyatakan ‘Ke Kiri Ikuti Lampu' sebenarnya tidak diperlukan lagi , karena otomatis berdasarkan aturan yang baru semua pengendara di persimpangan termasuk yang akan belok kiri wajib mengikuti lampu APILL .

Dikaitkan dengan ancaman terhadap pelanggaran aturan belok kiri ini sangat berat, yaitu denda uang sebesar maksimal Rp. 500.0000 atau pidana kurungan maksimal 2 bulan penjara. Ketentuan tersebut tertuang pada  Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 pasal 287 ayat (2) “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (4) huruf c dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp.500.000.00 (lima ratus ribu rupiah)”.

*) APILL = Traffic Light = Lampu Bangjo

 
 
Powered by (c) 2015- Chendia.net
CREDIT | DISCLAIMER | BANTUAN | PANDUAN MANUAL
 
 
 
 
 
QUICK NEWS
ISI SITUS BERSIFAT INFORMATIF BUKAN MERUPAKAN LEGAL OPINION DARI www.tilang.info APABILA TERDAPAT DATA ELEKTRONIK BASED YANG BERBEDA DENGAN DATA RESMI PAPER, MAKA YANG MENJADI ACUAN ADALAH DATA RESMI PAPER BASED. | PEMBAYARAN MELALUI REKENING TILANG PENGUMPUL DI REK BRI NO : 0247.01.0000.45.303 NAMA : DENDA TILANG PENGUMPUL Catatan : Hanya bayar dengan menggunakan nama pengirim / pemilik rekening sama dengan nama pelanggar dalam berkas Tilang.